pendidikan

SMA Terbaik di Bandung

SMA Terbaik di Bandung

SMA Terbaik di Bandung, Ada banyak jalan kamu bisa masuk ke kampus-kampus itu, salah satunya sekolah di SMA-SMA terbaik di Bandung. Namun Sekolah ini tentu bakal membantu kamu tembus PTN dengan lebih mudah. Namun misalnya dengan pelajaran hingga tips dan trik dari alumninya.

Berikut ini 10 SMA terbaik di Bandung berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2024 yang bisa jadi referensi kamu.

SMA Terbaik di Bandung

 

SMAS BPK 1 Penabur menjadi peringkat 1 di Bandung

Di kawasan Jawa Barat, SMAK 1 BPK Penabur Bandung menduduki posisi pertama. Namun Sementara di tingkat nasional, sekolah itu berada di posisi ke-9 dengan skor 630,562.

Berdasarkan rangkuman, SMAK 1 BPK Penabur Bandubg berdiri pada 1965. Namun Sekolah ini di dirikan berangkat dari sejumlah peristiwa nasional yang menimpa Indonesia, seperti gejolak politik yang di nilai memanas.

Menyadari keadaan dan situasi itu, beberapa pemuda dan pemudi Kristen. Namun dari berbagai gereja di Bandung merasa terpanggil untuk mendirikan sebuah sekolah lanjutan atas.

Hal ini di lakukan untuk menampung pemuda-pemudi usia sekolah yang tidak tertampung di sekolah-sekolah tingkat atas negeri. Namun juga bagi para lulusan sekolah asing yang tidak ingin atau tidak dapat melanjutkan sekolah di luar negeri.

Bulan Juli 1965, barulah dimulai tahun ajaran. Namun pertama dengan nama SMA Kristen Kosambi.

Hingga akhirnya pada 1976 nama SMAK BPK Kosambi di ubah menjadi SMAK 1 BPK Penabur Bandung. Namun Perubahan nama itu sampai saat ini. Puncaknya, tahun 2001 SMAK 1 BPK Penabur Bandung. Namun  resmi mendapat ijin sebagai sekolah pertama di Kota Bandung yang berhak mengadakan program aselerasi.

Sekolah ini juga meraih rata-rata Ujian Nasional (UN). Namun tertinggi program IPA dan IPS selama 3 tahun berturut-turut sejak 2017, 2018, dan 2019.

Visi dan misi SMAK 1 Penabur Bandung

Layaknya sekolah pada umumnya, tentu SMAK 1 BPK Penabur Bandung memiliki visi dan misi.

Namun Dalam jangka panjang, sekolah ingin menjadi lembaga pendidikan yang unggul melalui pembinaan mental spiritual berbasis nilai-nilai Kristiani, penguasaan IPTEK, dan pengembangan entrepreneurship. Untuk menghasilkan lulusan yang cerdas, berkarakter, serta mampu bersaing secara global. Namun Sementara itu, misi sekolah di deskripsikan menjadi 5 poin.

1.Mengembangkan karakter peserta didik melalui program pembinaan karakter berkesinambungan berbasis nilai-nilai Kristiani.

2.Mengembangkan potensi para peserta didik. Namun melalui pendidikan dan. Namun pembelajaran bermutu yang menekankan pada keterampilan abad 21 dan kecakapan hidup sehingga mampu bersaing secara global.

3.Mengembangkan pembelajaran aplikatif. Namun melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

4.Mengembangkan pembelajaran yang mengembangkan entrepreneurship, pantang menyerah, kreatif, dan inovatif dalam mencari solusi.

5.Menciptakan sekolah yang terus bertumbuh berinovasi dalam budaya mutu.

Program unggulan SMAK 1 Penabur Bandung

SMAK 1 BPK Penabur Bandung memiliki slogan BEDA yang merupakan singkatan dari Brilliant, Excellent in Education, Dare to Innovate, and Awesome Attitude.

Namun Melalui slogan ini, terdapat harapan agar lulusan sekolah menjadi seseorang yang tidak hanya cerdas tetapi juga berkarakter.

Maka, sekolah berkomitmen terhadap proses pendidikan dan pembelajaran terbaik melalui beberapa program unggulan sekolah seperti:

1. Classical Program ini membekali siswa dengan kompetensi abad 21 yakni berpikir kritis, berkreatif, berkomunikasi, berkolaborasi, dan menguasai teknologi.

2. Life Skills Programme (LSP) Menjadi salah satu program yang diminati siswa, LSP menyediakan pengalaman belajar berbasis minat.

3. Bilingual Sebuah program dengan kurikulum nasional yang menggunakan dua bahasa pengantar, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Program ini bertujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk beradaptasi dan bersaing secara global.

4. Dual Certificate Programme (DCP) DCP memiliki dua kurikulum yang terintegrasi, yaitu nasional dan Cambridge. Melalui program ini, siswa akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang topik-topik yang dipelajari sehingga kemampuan berpikir kritis dapat semakin terbentuk.

Slot777 – Siswa juga akan mendapatkan dua sertifikat saat kelulusan yakni kelulusan nasional dan Cambridge Assesment International Education.

 

10 SMA terbaik di Bandung berdasarkan nilai UTBK 2024

1. SMAS BPK 1 Penabur Bandung

  1. Nilai UTBK: 630,562
  2. Tes Potensi Skolastik: 645,3
  3. TKA Sanitek: 57,064
  4. TKA Soshum: 61,956
  5. Ranking Nasional: 9
  6. Ranking Provinsi: 1

2. SMAS Alloysius 1

  1. Nilai UTBK: 605,233
  2. Tes Potensi Skolastik: 623,24
  3. TKA Sanitek: 53,321
  4. TKA Soshum: 59,222
  5. Ranking Nasional: 33
  6. Ranking Provinsi: 3

3. SMAN 3 Bandung

  1. Nilai UTBK: 588, 599
  2. Tes Potensi Skolastik: 599,08
  3. TKA Sanitek: 54,295
  4. TKA Soshum: 5,865
  5. Ranking Nasional: 66
  6. Ranking Provinsi: 7

4. SMAS BPK 2 Penabur

  1. Nilai UTBK: 584,268
  2. Tes Potensi Skolastik: 592,57
  3. TKA Sanitek: 54,229
  4. TKA Soshum: 58,256
  5. Ranking Nasional: 80
  6. Ranking Provinsi: 10

5. MAS Zakaria

  1. Nilai UTBK: 582,462
  2. Tes Potensi Skolastik: 593,56
  3. TKA Sanitek: 53,005
  4. TKA Soshum: 60,439
  5. Ranking Nasional: 89
  6. Ranking Provinsi: 11

6. SMAS St Angela

  1. Nilai UTBK: 582,306
  2. Tes Potensi Skolastik: 594,47
  3. TKA Sanitek: 54,069
  4. TKA Soshum: 56,152
  5. Ranking Nasional: 90
  6. Ranking Provinsi: 12

7. SMAS Taruna Bakti

  1. Nilai UTBK: 581,497
  2. Tes Potensi Skolastik: 592,27
  3. TKA Sanitek: 52,669
  4. TKA Soshum: 57,994
  5. Ranking Nasional: 94
  6. Ranking Provinsi: 13

8. SMAS Alfa Centauri

  1. Nilai UTBK: 577,561
  2. Tes Potensi Skolastik: 588, 04
  3. TKA Sanitek: 54,403
  4. TKA Soshum: 56,817
  5. Ranking Nasional: 109
  6. Ranking Provinsi: 15

9. SMAS Krida Nusantara

  1. Nilai UTBK: 558,008
  2. Tes Potensi Skolastik: 563,91
  3. TKA Sanitek: 52,903
  4. TKA Soshum: 55,063
  5. Ranking Nasional: 216
  6. Ranking Provinsi: 29

10. SMAN 8 Bandung

  1. Nilai UTBK: 557,941
  2. Tes Potensi Skolastik: 564,53
  3. TKA Sanitek: 52,769
  4. TKA Soshum: 54,567
  5. Ranking Nasional: 218
  6. Ranking Provinsi: 30.

Sekolah yang di ikutkan dalam pemeringkatan ini adalah sekolah dengan jumlah peserta yang mengikuti UTBK 2024 (lulusan tahun 2024) sebanyak >40 orang. Namun Jumlah sekolah yang memenuhi kriteria sebanyak 3.381 sekolah.

Adapun jumlah peserta yang memenuhi kriteria penilaian UTBK 2024 sebanyak 515.165 orang. Namun Nilai UTBK 2024 di hitung berdasarkan hasil 60 persen TPS + 40 persen TKA.

Lalu, di ambil 1.000 sekolah dengan nilai total tertinggi. Namun Sekolah diurutkan berdasarkan nilai total tertinggi hingga terendah.

Peserta lulusan 2024 yang mengikuti UTBK 2024 sebanyak 745.115 orang. Namun Nilai peserta Program Studi Saintek tertinggi 830,98 dan nilai peserta Program Studi Soshum tertinggi 786,17.

Itulah 10 sekolah terbaik di Bandung, Namun berdasarkan nilai UTBK 2024. Apakah ada sekolah Sobat?

Baca juga: SMA Terbaik di Indonesia

Fakta Unik Sekolah AS

Fakta Unik Sekolah AS5 Fakta Sekolah di AS Tahun 1800-an, Guru Bisa ‘Nginep’ di Rumah Siswa

Fakta Unik Sekolah AS

Fakta Unik Sekolah AS Memiliki kualitas pendidikan yang bagus merupakan salah satu ciri utama sebuah negara bisa dikatakan negara maju. Untuk itu, pemerintah Indonesia terus berupaya menciptakan sistem pendidikan yang semakin baik setiap waktunya.

Seperti mewajibkan peserta didik untuk bersekolah selama 12 tahun dari SD, SMP, SMA. Selain itu adanya kurikulum Merdeka Belajar yang memungkinkan siswa menekuni bidang sesuai bakat dan minatnya.

Tapi bagaimana dengan keadaan sekolah di masa lalu? Di Indonesia, kita mengenal Ki Hajar Dewantara sebagai sosok yang berjasa dalam sistem pendidikan Indonesia.

Mengutip arsip detikEdu, pada masa penjajahan Belanda, pendidikan menitikberatkan pelajaran mengenai bangsa Belanda. Sehingga memunculkan pertentangan dari sejumlah pendidik yang menginginkan pendidikan yang bersifat nasionalis.

Akhirnya timbul sekolah swasta nasional termasuk yang dibuat Ki Hajar Dewantara bernama Taman Siswa. Sekolah ini didirikan di Yogyakarta pada 3 Juli 1992 untuk mendidik golongan muda serta menanamkan rasa nasionalisme.

Namun, bila kita mundur lagi pada tahun 1800-an bagaimana keadaan sekolah di luar Indonesia? Berikut fakta-faktanya dikutip dari laman Mental Floss.

5 Fakta Keadaan Sekolah di Tahun 1800-an

1. Diajarkan dalam satu ruangan

Fakta Unik Sekolah AS Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, gedung sekolah di Amerika Serikat hanya memiliki satu ruangan. Seorang guru mengajar kelas satu sampai delapan SMP secara bersama-sama.

Siswa kelas termuda akan duduk di depan dan di sebut dengan Abecedarian karena mereka hanya mempelajari ABC. Sedangkan semakin tua mereka akan duduk di belakang.

Baca juga: Guru Takut dengan Murid

2. Di pisahkan secara gender dan tahun ajaran lebih singkat

Di beberapa sekolah, anak laki-laki dan perempuan masuk melalui pintu yang terpisah. Mereka juga kerap di pisahkan selama pelajaran berlangsung.

Selain itu tahun ajaran juga berjalan lebih singkat. Departemen Pendidikan Amerika Serikat pertama kali mengumpulkan data mengenai mata pelajaran pada tahun ajaran 1869/1870.

Hasilnya di temukan bila siswa hanya bersekolah selama 132 hari atau lebih tergantung dengan jadwal siswa membantu keluarga. Pada hari sekolah, mereka akan mulai belajar pada jam 9 pagi dan berakhir di jam 2 siang atau 4 sore tergantung wilayah siswa tinggal.

3. Guru terkadang tinggal bersama keluarga siswanya

Guru terkadang ikut tinggal bersama keluarga siswanya. Praktik ini menurut Michael Day dari Country School Association of America di sebut dengan ‘boarding round’ yang berjalan setiap minggu.

Sebuah cerita terkait praktik ini di tulis oleh seorang guru di Wisconsin pada tahun 1851, yang berbunyi:

“Saya merasa sangat tidak menyenangkan terutama selama musim dingin dan musim semi. Selama satu minggu saya akan menginap di tempat yang nyaman, tetapi minggu berikutnya kamarku sangat terbuka sehingga salju bisa masuk. Di sebagian tempat, saya bisa merasakan sprei dari flanel untuk tidur tetapi lainnya kapas. Bagian yang paling tidak menyenangkan dari hal ini adalah berjalan melewati salju dan air. Saya sangat menderita karena pilek dan batuk.”

4. Sangat disiplin

Bila siswa melakukan tindakan yang melanggar aturan pada masa ini, ia akan mendapatkan hukuman yang menyeramkan. Dari penahanan, skorsing, pengusiran, hingga hukuman cambuk.

Salah satu hukuman terlihat dalam aturan Dewan Pendidikan di Franklin, Ohio tahun 1883. Aturan itu menjelaskan guru bisa melakukan penahanan untuk pelajaran tambahan untuk penegakan disiplin.

Selain itu, guru juga bisa menerapkan hukuman fisik tetapi tidak boleh di jatuhkan pada kepala atau tangan murid. Namun, tidak semua wilayah memiliki aturan serupa.

5. Tingkat tertinggi adalah kelas delapan

Seperti saat ini, untuk bisa lulus dari sekolah siswa harus lulus dari ujian akhir. Ujian akhir ini berada di kelas delapan atau kini berada di jenjang SMP.

Itulah keadaan sekolah di tahun 1800-an di Amerika Serikat. Jadi, siswa jangan sia-siakan pendidikanmu yang baik saat ini ya!

Guru Takut dengan Murid

Benarkah Guru Takut dengan Murid Anak Orang Kaya?

Guru Takut dengan Murid

Sedang ramai perundungan di sekolah internasional. Biaya sekolah yang mahal dan mengadopsi kurikulum internasional tak menjamin sekolah internasional bebas dari aksi kekerasan. Apa saja tantangan guru di sekolah internasional?

Putri pengusaha yang juga podcaster, dalam akun X-nya menceritakan pengalamannya survei di sekolah internasional, di mana banyak muridnya adalah anak-anak pejabat, pengusaha dan pesohor. Mendapati siswa-siswa di sekolah internasional bebas berbicara kasar di muka umum. Grace sempat menanyakan dan mengkonfirmasi kepada salah satu lulusan sekolah internasional itu.

Grace menceritakan sempat bertanya pada anak muda salah satu lulusan sekolah internasional itu. Pertanyaannya, apakah benar guru-guru di sekolah internasional itu takut pada murid karena statusnya sebagai anak pejabat dan orang kaya? Anak muda itu membenarkan pertanyaan Grace.

Adanya fenomena guru-guru di sekolah internasional takut dengan murid karena orang tuanya punya uang dan kekuasaan ini, Ketua Yayasan Guru Belajar (YGB) Bukik Setiawan mengatakan pendidikan Indonesia masih punya PR besar untuk mengembangkan lingkungan belajar yang nyaman dan aman dari kekerasan.

Baca juga: Guru Alami Banyak Tantangan

“Hasil Asesmen Nasional menunjukkan bahwa guru yang tergolong baik dalam melakukan pengelolaan kelas atau lingkungan belajar hanya 1%. Pada sisi lain, Asesmen juga menunjukkan 36% murid berpotensi mengalami perundungan. Artinya, secara umum sekolah-sekolah kita memang berisiko besar terjadinya kekerasan,” kata Bukik pada detikEdu, Jumat (24/2/2024)

Benarkah Guru Takut dengan Murid Anak Orang Kaya? Tantangan dan Realitas

Bukik mengatakan, kondisi tersebut menjadi lebih kompleks pada sekolah dengan orangtua yang punya kuasa lebih seperti pejabat publik, tokoh publik, atau status ekonomi tinggi. Dalam hal ini, pengambilan keputusan dan tindakan berdasarkan peraturan perundang-undangan, peraturan sekolah, hingga kode etik guru dan etika umum menjadi tantangan bagi guru.

“Orang tua yang punya kuasa mempunyai kuasa lebih besar, baik kuasa karena kapasitas personal maupun kuasa karena jejaringnya. Tantangan bagi guru untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan dasar yang kuat baik itu regulasi negara, peraturan sekolah, kode etik guru maupun etika umum. Karena tanpa dasar yang kuat, keputusan atau tindakan guru akan mudah dipertanyakan bahkan digugat oleh mereka,” jelasnya.

Menjaga posisi tawar guru di hadapan orang tua dengan kuasa lebih menurut Bukik juga merupakan tantangan bagi pendidik. Ia mengingatkan, guru perlu menjaga kredibilitasnya di mata orang tua maupun siswa.

“Orangtua yang punya kuasa mempunyai pesona yang jauh lebih besar baik dari apa yang digunakan, perilaku dan kebiasaannya hingga pribadinya. Tantangan bagi guru untuk tidak terpengaruh oleh pesona tersebut. Karena begitu terpesona, maka posisi tawar guru akan menjadi lebih rendah. Guru akan kehilangan kredibilitas di mata orangtua maupun anaknya,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan waktu orang tua tersebut untuk mendampingi pembelajaran anak dan berinteraksi dengan guru juga jadi tantangan tersendiri. Untuk itu, guru perlu menyiasati komunikasi lebih efektif dengan orang tua tersebut.

Interaksi dengan orang tua dengan kuasa lebih menurutnya juga jadi tantangan bagi guru. Guru perlu memastikan dirinya memberi respons yang tepat atas aspirasi orang tua siswa dan menyusun argumentasi yang di sertai bukti.

“Orangtua yang punya kuasa sering berinteraksi sehingga lebih pintar berbicara. Tantangan bagi guru adalah memberikan respon yang tepat terhadap aspirasi, tuntutan atau tanggapan dari orangtua yang punya kuasa. Guru perlu berpikir lebih keras menyusun argumentasi di sertai bukti,” terangnya.

Guru Alami Banyak Tantangan

Kemendikbud Sebut Guru Alami Banyak Tantangan, Apa yang Terbesar?

Guru Alami Banyak Tantangan

Guru Alami Banyak Tantangan Sebagai sosok yang berperan penting dalam proses mencerdaskan, membimbing, dan membangun karakter bangsa. Guru di Indonesia nyatanya masih alami banyak tantangan. Tantangan itu terutama dalam hal proses belajar mengajar peserta didik.

Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Prof Dr Nunuk Suryani MPd menyebutkan pendidik memiliki banyak tantangan mulai dari pemerataan guru. Peningkatan kesejahteraan guru, hingga jaminan kepastian mereka menjadi PPPK/PNS/ASN.

Namun di antara banyaknya tantangan yang di hadapi guru, tantangan terbesar datang dari proses pembelajaran siswa. “Terutama terkait langkah yang harus di lakukan guru dalam menciptakan pembelajaran yang menarik. Bisa menggali potensi dan mewujudkan impian siswa untuk berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.

Hal tersebut di sampaikan Prof Nunuk dalam sesi talkshow berjudul “Menjadi Pemimpin Pendidikan yang Berdaya” di acara Pembukaan Temu Pendidik Nusantara XI, Sabtu (24/2/2024) di Pos Bloc Jakarta, Jakarta Pusat.

Meski begitu, setelah implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan partisipasi guru, kepala sekolah serta pengawas tantangan tersebut mulai berkurang. Bahkan impian siswa mulai terwujud.

“Kini mimpi murid-murid kita mulai terwujud seperti pembelajaran yang menyenangkan, berpusat pada siswa, fasilitas/sarana memungkinkan dan guru memiliki kesempatan untuk melakukan hal itu,” jelas Nunuk.

Langkah Atasi Tantangan Guru

Sebagai pembuat kebijakan, Nunuk menjelaskan bila ada program populer Kemendikbudristek yang telah berjalan tiga tahun lamanya, yakni Pendidikan Guru Penggerak.

Program tersebut menjadikan guru sebagai pemimpin pembelajaran dan agen transformasi perubahan. Selain itu, guru juga di berikan bekal untuk menggerakan ekosistem belajar siswa.

Selain itu, Kemendikbudristek juga memfasilitasi guru dengan Pengelolaan Kinerja yang melibatkan peran penting kepala sekolah. Terutama dalam mengarahkan dan membimbing guru untuk melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

“Kalau dulu pengukuran kinerja guru diukur dari setumpuk kertas, sekarang cukup lakukan pembelajaran yang berdiferensiasi, berpusat pada siswa, di bimbing oleh kepala sekolah dan di pastikan guru melaksanakannya dengan benar melalui observasi di kelas,” ungkapnya.

Baca juga: Bullying di Sekolah Internasional

Berbagai kegiatan itu di sebutkan Nunuk sudah di lakukan Kemendikbudristek sebagai seorang pemimpin.

“Jadi kita memastikan gurunya bergerak bersama, melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memastikan siswanya bisa berdaya,” pungkas Nunuk.

Guru Alami Banyak Tantangan dalam Profesinya

Profesi menjadi seorang guru merupakan panggilan yang membutuhkan komitmen, dedikasi, dan kesabaran yang tinggi. Meskipun menjadi salah satu profesi yang penuh penghargaan, menjadi seorang guru juga berarti menghadapi banyak tantangan yang kompleks. Dalam perjalanan karir mereka, guru-guru sering kali dihadapkan pada berbagai situasi yang membutuhkan penyesuaian dan inovasi.

Salah satu tantangan utama yang di hadapi oleh para guru adalah kesenjangan dalam kemampuan siswa. Setiap kelas terdiri dari siswa-siswa dengan latar belakang, minat, dan kemampuan yang beragam. Guru harus mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan memenuhi kebutuhan belajar setiap siswa. Ini bisa menjadi tantangan yang besar, terutama di kelas-kelas yang memiliki rentang kemampuan yang luas.

Selain itu, perubahan dalam kurikulum dan kebijakan pendidikan juga menjadi tantangan tersendiri bagi para guru. Guru harus terus menerus memperbaharui pengetahuan mereka dan menyesuaikan metode pengajaran mereka agar sesuai dengan perubahan tersebut. Hal ini membutuhkan waktu, usaha, dan dukungan yang besar dari berbagai pihak.